Jembatan alternatif Benenai yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), akhirnya bisa digunakan oleh masyarakat Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (9/6/2021). (Sigiranus Marutho Bere/Kompas.com)

MDX-NEWS.ONLINE, KUPANG – Kondisi Kabupaten Malaka pasca badai Seroja perlahan-lahan pulih.

Salah satunya, jembatan alternatif Benenain yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), akhirnya bisa digunakan oleh masyarakat Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu 9 Juni 2021).

Jembatan alternatif itu dibangun setelah Jembatan Benenain rusak akibat diterjang banjir bandang yang melanda wilayah itu, awal April 2021 lalu.

Sebelumnya, kementerian PUPR hanya membangun sebuah jembatan yang diperuntukan khusus bagi pengendara roda dua dan para pejalan kaki.

Yohanes Bria, salah seorang warga Betun, Malaka, mengaku senang karena kendaraan roda empat sudah bisa melewati jembatan alternatif.

“Hampir dua bulan lebih, kami yang mengendarai mobil tidak bisa melintas, karena jembatan rusak. Padahal jalur ini adalah akses satu-satunya dari Malaka ke Kota Kupang,” kata Yohanes kepada Kompas.com di Betun.

Meski mobil yang melintas bertonase di bawah delapan ton, namun Yohanes tetap gembira karena sangat membantu warga, terutama para pengusaha angkutan umum dan travel.

Yohanes menyebut, selama ini para penumpang angkutan umum dan travel, yang hendak ke Kota Betun maupun ke Kota Kupang, terpaksa harus estafet atau mengganti mobil. Kondisi ini tentu sangat tidak efisien dari segi waktu maupun materi.

“Karena itu, kami berterima kasih kepada Kementerian PUPR dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional NTT yang telah membangun jembatan alternatif ini,” ujar Yohanes.

Dia berharap, jembatan Benenai segera diperbaiki, sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan baik.

Pantauan Kompas.com, jembatan alternatif Benenai dibuka setelah diresmikan oleh Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi.

Hadir dalam peresmian itu, Bupati Malaka Simon Nahak, Kasatgas Pelaksana Penanggulangan Bencana Provinsi NTT dan NTB Widiarto dan Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Wilayah II BPJN X NTT Himler Manurung.

Kasatgas Pelaksana Penanggulangan Bencana Provinsi NTT dan NTB Widiarto mengatakan, pasca rusaknya jembatan Benenain, pihaknya telah membangun dua jembatan alternatif yang sifatnya digunakan sementara.

Pertama, jembatan darurat bagi pejalan kaki dan roda dua, yang terbuat dari kayu. Jembatan itu telah selesai dibangun pada 24 April 2021 lalu, atau dua pekan setelah Badai Seroja. Kemudian, jembatan darurat roda empat, dengan causeway timbunan di atas tikar bronjong dan jembatan bailey.

“Jembatan alternatif ini selesai dikerjakan pada 7 Juni 2021,” kata Widiarto. Untuk penanganan permanen Jembatan Benenai, yakni pembongkaran bentang 2 sepanjang 60 meter, bentang 3 sepanjang 35 meter dan bentang 4 sepanjang 30 meter.

Selanjutnya, pembongkaran pier 2 dan pier 3. Kemudian, pembangunan kembali jembatan menjadi dua bentang, yakni 2X60 meter.

“Target penyelesaian jembatan Benenai ini, akhir bulan Oktober 2021 mendatang,” kata Widiarto.

Sumber: Kompas.com

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *