Ilustrasi brokoli (Mizina)

MDX-NEWS.ONLINE – Anda sudah pernah mengonsumsi sayur brokoli? Tahukah Anda manfaatnya?

Brokoli merupakan salah satu sayur yang memiliki banyak sekali manfaat kesehatan. Brokoli kaya akan serat, antioksidan, hingga vitamin C.

Banyak cara mengolah brokoli. Mulai dari yang sederhana seperti di-blansir, dikukus, direbus, hingga ditumis, digoreng, dibakar, hingga dipanggang.

Brokoli juga bisa disajikan mentah sebagai salad atau camilan. Namun, amankah itu?

“Sayur sudah baik dari sananya. Semakin minimal campur tangan manusia, semakin baik,” kata ahli gizi dr. Tan Shot Yen ketika dihubungi Kompas.com, Rabu 26 Mei 2021.

Seperti dilansir Healthline, brokoli sangat bisa dinikmati secara mentah. Pertama, bersihkan bagian kepala brokoli dengan menggunakan air mengalir. Gosok-gosok bagian yang kotor dengan tangan, lalu keringkan dengan handuk kertas secara perlahan.

Gunakan pisau yang tajam untuk memotong bagian kepala brokoli. Potong-potong jadi ukuran yang mudah dimakan.

Ilustrasi brokoli mentah. (SHUTTERSTOCK/LIGHTFIELD STUDIOS)

Bagian kepala maupun batangnya aman untuk dimakan. Namun, bagian batang cenderung lebih berserabut dan sulit untuk dikunyah

Alternatifnya, potong bagian batang setipis mungkin. Jika sudah dipotong-potong, kamu bisa langsung menikmati brokoli. Kamu juga menyantapnya langsung, atau dikombinasikan dengan bahan lain untuk tambahan tekstur dalam salad.

Nutrisi dalam brokoli mentah

Seperti dilansir Eating Well, berdasarkan riset dari Journal of Agricultural and Food Chemistry, brokoli mentah memiliki lebih banyak nutrisi penting daripada brokoli yang sudah dimasak.

Memasak brokoli bisa meningkatkan antioksidan dalam brokoli. Namun juga bisa mengurangi kandungan nutrisi yang sensitif terhadap panas, seperti vitamin C dan juga sulforaphane. Sulforaphane akan terkunci dalam brokoli jika dimasak dalam waktu lama.

Dalam studi kecil, mereka yang mengonsumsi brokoli mentah akan bisa menyerap sulforaphane lebih cepat dan dalam jumlah yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang menyantap brokoli matang.

Maka dari itu, diperlukan metode yang tepat untuk memasak brokoli agar nutrisi tetap terjaga. Salah satunya adalah dengan cara dikukus dalam waktu yang tidak terlalu lama.

“Jika jadi teman makan ayam atau ikan panggang, kukus brokolinya setengah matang sudah cukup. Jika bikin sup, masukkan terakhir setelah supnya matang,” pungkas Tan.

Risiko konsumsi brokoli mentah

Dalam kebanyakan kasus, brokoli mentah sangat aman untuk dimakan tanpa ada risiko khusus. Namun seperti halnya sayuran yang berasal dari familia cruciferous, brokoli yang mentah maupun yang sudah dimasak sama-sama bisa menyebabkan gas berlebih atau kembung pada sebagian orang.

Brokoli bisa menyebabkan gangguan pencernaan. Terutama pada orang-orang yang menderita sindrom iritasi usus besar (IBS).

Merendam brokoli di dalam air es sebagai bagian dari metode blanching.(SHUTTERSTOCK/AHANOC MICHAEL)

Hal tersebut disebabkan oleh kandungan serta FODMAP (fermentable oligosaccharides, disaccharides, monosaccharides dan polyols) yang tinggi.

FODMAP adalah karbohidrat rantai pendek yang tidak bisa diserap dengan baik oleh tubuh. FODMAP salah satunya bisa ditemukan dalam brokoli.

Bagi orang-orang yang menderita IBS, FODMAP bisa tidak tercerna sama sekali. Itu yang kemudian menyebabkan kelebihan gas atau kembung.

Itulah mengapa beberapa orang sebaiknya tetap memasak brokoli secukupnya. Dengan begitu brokoli akan lebih lembut dan lebih mudah dikunyah serta dicerna.

Alternatif lainnya, kamu juga bisa menggabungkan antara brokoli mentah dan brokoli yang sudah dimasak dalam satu porsi makananmu untuk manfaat kesehatan yang maksimal.

Cara Simpan Brokoli

Melansir My Recipes, brokoli termasuk sayuran yang sangat sulit disimpan. Meski demikian, tetap ada cara untuk dapat memaksimalkan penyimpanan brokoli.

Brokoli mentah yang sudah dipotong-potong punya daya simpan yang singkat, sekitar dua hari saja sudah membusuk. Namun, jika disimpan dengan cara yang benar brokoli dapat bertahan sekitar tiga hingga lima hari di kulkas, baik untuk brokoli mentah maupun yang sudah dimasak.

Bagaimana cara simpan brokoli yang benar?

1. Metode Handuk Kertas

Jangan menggunakan kantong plastik untuk membungkus brokoli saat menyimpannya. Kamu bisa mengganti plastik tersebut dengan handuk kertas basah atau tisu dapur yang basah.

Membungkus brokoli dengan handuk kertas atau tisu dapur yang dibasahi akan memberikan lingkungan sekitar brokoli yang lembab dan terdapat udara. Pasalnya, brokoli tetap akan tumbuh subur ketika ada ruang udara.

Pastikan juga untuk tidak mencuci brokoli sebelum menyimpannya karena jika terlalu banyak kelembaban justru akan memicu tumbuhnya jamur.

Sebagai gantinya, kamu bisa mencuci brokoli saat akan dimasak. Jika disimpan dengan cara ini, brokoli akan tetap segar selama tiga sampai lima hari.

2. Metode Buket

Kamu juga bisa menyimpan brokoli dengan memperlakukannya seperti buket bunga, yaitu ditaruh di dalam vas berisi air. Cara yang perlu dilakukan hanya dengan mengisi toples atau gelas dengan sedikit air.

Masukkan brokoli ke dalam gelas tersebut dan pastikan ujung batang bawah brokoli terendam air.

Mengukur porsi makananbisa menggunakan tangan kita. (FogStock/Vico Images/Tamara Lischka)

Kemudian simpan di dalam kulkas selama tiga sampai lima hari. Perhatikan untuk mengganti air rendamannya setiap hari.

3. Membekukan brokoli

Kamu juga bisa membekukan brokoli dan akan awet hingga 12 bulan. Caranya yaitu pertama potong brokoli menjadi kuntum yang lebih kecil. Lalu rebus kuntum tersebut selama tiga menit. Segera rendam ke dalam air es dan biarkan selama tiga menit.

Kemudian tiriskan brokoli dari air, lap hingga brokoli benar-benar kering dari air. Terakhir simpan brokoli tersebut dalam wadah kedap udara di freezer, tahan hingga 12 bulan.

Sumber: Kompas.com

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *