Wali Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jefri Riwu Kore (kedua dari kiri) saat mengunjungi lokasi pembangunan Instalasi pengoahan air (IPA) SPAM Kali Dendeng di Kota Kupang, Jumat (12/3/2021). (Antara/HO- Humas, protokol dan komunikasi pimpinan Setda Kota Kupang)

MDX-NEWS.ONLINE, KUPANG – Wali Kota Kupang Jefiri Riwu Kore melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan Instalasi pengolahan air minum Kali Dendeng untuk mengetahui kondisi pembangunan fasilitas air bersih bagi warga Kota Kupang itu.

Keterangan tertulis dari bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang yang diterima di Kupang, Sabtu (13/3/2021) menyebutkan Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore mengunjungi beberapa tempat di antaranya pengerjaan bak pra-sedimentasi dan kolam intake di Kali Dendeng, Kelurahan Fontein serta lokasi instalasi pengolahan air di Kelurahan Manutapen, dan reservoir di Kelurahan Penkase Oeleta.

Wali Kota Kupang mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang terus berupaya mengatasi persoalan air minum yang selama ini dihadapi warga.

“Persoalan air bersih merupakan masalah yang selalu dihadapi warga Kota Kupang setiap tahun. Kami berharap pembangunan fasilitas air minum ini dapat mengatasi persoalan air minum untuk beberapa daerah di Kupang,” tegasnya.

Proyek instalasi pengolahan air Kali Dendeng, kata dia, dikerjakan dalam dua tahap dengan anggaran multiyears senilai lebih dari Rp180 miliar.

Tahap pertama menghasilkan kapasitas air mencapai 150 liter per detik, sehingga keseluruhan pemanfaatan debit air Kali Dendeng dapat menghasilkan air hingga 300 liter per detik yang diharapkan dapat menyuplai 12 ribu Sambungan Rumah (SR) di Kota Kupang.

Sementara itu instalasi pengolahan air di Kelurahan Manutapen berfungsi untuk mengolah air menjadi bersih, kemudian didistribusikan ke 2 reservoir.

Pengendalian pengelolaan air tidak lagi dikerjakan secara manual, tapi menggunakan sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) yang berbasis komputer.

Pemerintah pusat, kata dia, juga akan membangun kantor pengelolaan air yang akan dipergunakan oleh PDAM Kota Kupang.

Selanjutnya Wali Kota Kupang mengunjungi 2 reservoir di Kelurahan Penkase Oelete dengan kapasitas 1.000 meter kubik dan 2.000 meter kubik.

Gandeng pemilik sumur bor

Pemerintah Kota Kupang terus berupaya mencari jalan keluar untuk memastikan ketersediaan pemenuhan air bersih bagi warga Kota Kupang. Berbagai terobosan dilakukan di masa kepemimpinan Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H., dan dr. Hermanus Man, salah satunya memperjuangkan anggaran dari pemerintah pusat.

Hasilnya telah dijawab dengan pembangunan SPAM Kali Dendeng. Proyek ini dikerjakan selama 15 bulan, mulai tahun 2020 dan akan selesai pada 2021 dengan anggaran sebesar 189 miliar rupiah.

Mengutip laman kupangkota.go.id, cara lain yang dilakukan Pemerintah Kota Kupang adalah melakukan eksploitasi sumber-sumber air baku serta menjalin kerja sama dengan sejumlah pemilik sumur bor yang ada di Kota Kupang.

Langkah tersebut dilakukan Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H., bersama Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bening Lontar, Johni Ottemoesoe dengan mengunjungi langsung sejumlah pemilik sumur bor di Kelurahan Oesapa Selatan dan Kelurahan Penfui, Selasa (11/8/2021).

Wali Kota Kupang didampingi Sekda Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE, M.Si, Asisten II Sekda Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata, M.Si dan Direktur PDAM melihat titik sumur bor milik Marten Luther Tella di Kelurahan Oesapa Selatan, sumur bor dengan kekuatan 10 liter per detik tersebut, kata Direktur PDAM Tirta Bening Lontar, bisa menjangkau seribu pelanggan di Oesapa Selatan dan sekitarnya. Oleh sebab itu tindaklanjut yang akan dilakukan PDAM adalah memperluas jaringan ke sejumlah rumah warga.

Direktur PDAM melanjutkan bahwa sistem kerja sama yang dibangun tersebut semata untuk pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Kupang, dirinya menguraikan bahwa untuk sementara sumur bor yang ada sudah mulai beroperasi dan melayani sekitar 300 pelanggan di Kelurahan Oesapa Selatan.

“Untuk sementara belum kita masukkan airnya ke reservoir, nanti sudah dibuat permanen untuk jangka panjang baru airnya dimasukkan ke reservoir, nanti 34 kubik naik ke atas baru dialirkan ke jaringan dengan kekuatan 10 liter per detik, semoga bisa menjangkau 1.000 kepala keluarga, nanti kami ganti mesin pompa dan listriknya juga karena yang ini kecepatannya hanya dua liter per detik,” ujar Johni yang juga mantan Dirut PDAM Kabupaten Kupang ini.

Proses pembangunan sumur bor di Kota Kupang (kupangkota.go.id)

Sementara titik lainnya yang dikunjungi Wali Kota Kupang dan rombongan adalah sumur bor milik Pak Boni, sumur bor yang dipompa 24 jam tersebut bisa mencapai 8 liter per detik, bahkan Boni sedang melakukan pengeboran tambahan satu sumur untuk dipakai kerja sama dengan PDAM Kota Kupang.

Selain itu, Wali Kota Kupang dan Dirut PDAM mengunjungi titik air di Gereja Marturia Oesapa Selatan. Ketua Majelis Jemaat GMIT Marturia, Pdt. Elianor V. Manu-Nale mengatakan bahwa sumur bor tersebut selain dipakai untuk kebutuhan gereja juga dipakai untuk melayani 18 KK di sekitar gereja. “Dengan jadwal pelayanan pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu”, kata Pdt. Elianor.

Sementara itu Direktur PDAM Kota Kupang mengatakan bahwa sumur bor di GMIT Marturia dengan kekuatan 8 liter per detik kemungkinan bisa menjangkau 400-500 rumah warga.

Lokasi ke-4 yang dikunjungi Wali Kota Kupang dan rombongan adalah sumur bor milik Alo Tao di Kelurahan Penfui, Kecamatan Maulafa.

Alo mengatakan bahwa sejak dahulu dirinya sudah berniat membantu masyarakat, namun baru saat ini dirinya dihubungi oleh PDAM. Dirinya mengapresiasi PDAM dan Pemkot Kupang dengan terobosan baru tersebut,

“Air di sini tidak pernah surut sekalipun dipompa terus-menerus”, bahkan sumur bor milik Alo bisa dipompa 1 juta liter per hari, “karena sekarang yang didrop setiap hari itu sampai dengan 600 ribu liter per hari, musim panas juga tidak habis, air bawah tanah ini semacam ada danau di bawah. Jadi tidak bisa kering, jalur ini tembusnya sampai lokasi pohon duri Oesapa, genangan seperti danau di bawah,” kata Alo.

Wali Kota Kupang mengharapkan agar semua masyarakat dapat terlibat mendukung pemerintah dalam setiap aspek pembangunan Kota Kupang, terutama dalam rangka pemenuhan air bersih.

“Paradigma yang baru kini masyarakat sebagai pelaku pembangunan. Pemerintah dan masyarakat bersinergi menemukan solusi dalam pemenuhan kebutuhan semua orang. Sumur bor inikan ada banyak nanti kita satukan dalam reservoir yang akan dibangun di sekitar sumur bor, kumpul sedikit-sedikit kan jadi banyak”, kata mantan anggota Komisi X DPR RI ini.

Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor: Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2021

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *